Sunday, December 8, 2013

Tolak WTO, Mahasiswa Tuban Blokir Jalur Pantura


TRIBUNJOGJA.COM , TUBAN - Sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Tuban menggelar demontrasi menolak diselenggarakannya Konferensi World Trade Organization (WTO) di Bali hingga mengakibatkan jalur pantura tertutup selama beberapa saat, Rabu (4/12/2013).


Mereka berasal dari Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Muslim Muhammadiyah (IMM) dan BEM Universitas Sunan Bonang (USB), namun jumlah mereka hanya puluhan orang.


Mahasiswa jalan kaki menuju patung Letda Sucipto, depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban dan menggelar orasi selama beberapa saat.


'Kami sepakat menolak karena dalam konferensi itu akan membuat kesepakatan yang akan mencabut subsidi pangan dan subsidi bagi para petani,' kata Muhammad Sudarsono, Koordinator aksi dalam orasinya, Rabu (4/12/2013) siang.


Aktifis GMNI ini memaparkan keterlibatan Indonesia dalam WTO juga membuat bangsa sendiri sengsara karena ekonomi Indonesia pada akhirnya didikte oleh negara-negara maju, dan membuat bangsa ini tak mampu mandiri. Karena itu mereka pun meminta agar Indonesia keluar dari WTO.


Akibat orasi di Patung Letda Sucipto, jalan dari Jalur Pantura itu sempat tertutup oleh barisan mahasiswa. Untungnya penutupan saat itu tak berlangsung lama karena para mahasiswa segera menuju Kantor DPRD Kabupaten Tuban. Disini mereka juga menggelar orasi dan menuntut anggota dewan bisa mengambil sikap menolak WTO.


Sayang, tuntutan para mahasiswa untuk menemui anggota dewan tak bisa terlaksana karena anggota dewan kala itu tengah melakukan Bimtek ke Bandung hingga tiga hari mendatang. Para mahasiswa inipun lalu bubar dengan tertib. (*)


No comments:

Post a Comment