Sunday, December 1, 2013

Benda


TRIBUNNEWS.COM, TUBAN - Sejumlah warga di sekitar Air Terjun Banyulangsih, Desa Boto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, menemukan berbagai benda-benda keramat.


Benda keramat ini, berupa lingga-yoni yang terbuat dari batu, alu serta pipihan yang juga terbuat dari batu, serta patung Airlangga seukuran 10 cm yang terbuat dari kuningan.


'Semua benda ini saya temukan Sabtu (30/11/2013) pagi,' kata Satria Angga (24), penemu benda-benda keramat ini, Minggu (01/12/2013).


Warga sekitar lokasi ini menceritakan, penemuan tiga benda keramat ini berawal dari perjalanannya menuju Goa Gampeng Gempal, yang terletak seratus meter dari air terjun Banyulangsih.


Saat masuk ke bibir gua, ia mendapati sebuah patung Airlangga yang tergeletak di selasar goa.


Penemuan ini lalu menuntunnya untuk mengikuti aliran air di depan goa yang menuju Air Terjun Banyulangsih itu.


'Lalu, sewaktu saya sudah sampai disini (Air Terjun Banyulangsih) saya melihat ada Lingga dan Yoni. Benda ini tergeletak diantara batu-batu yang ada di atas Air Terjun ini,' kata Angga.


Tak jauh dari sana, ia lalu menemukan alu serta pipihan dari batu yang kemungkinan besar biasa digunakan sebagai alat pembuatan jamu.


Menurut Angga, temuan ini seakan-akan mempertegas kesakralan Air Terjun Banyulangsih selama ini.


'Pada hari-hari tertentu, disekitaran air terjun ini ada ritual yang dipersembahkan untuk Sri Banyulangsih,' kata Angga.


Tidak hanya sakral, banyak warga setempat yang meyakini jika air terjun ini merupakan salah satu jalur yang dilewati Sunan Bonang ketika menuju Goa Gembul, di Desa Jadi, Kecamatan Semanding.


Alasannya, karena di bawah air terjun ini ada sebuah jalur pintas yang terhubung dengan Goa Gembul, di Desa Jadi, Kecamatan Semanding.


'Jaraknya memang dekat, sekitar dua kilometer, dan Goa Gembul itu adalah salah satu lokasi yang biasa digunakan para wali untuk rapat,' kata Kabid Pariwisata Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Sunaryo.


Sunaryo mengungkapkan, keberadaan Air Terjun Banyulangsih memang misterius hingga kini. Sedikit catatan sejarah yang ada disana selain mitos yang berkembang di masyarakat.


Nama Banyulangsih saja untuk sementara baru diyakini berasal dari nama Sri Banyulangsih. Wanita ini dipercaya masyarakat sekitar sebagai penunggu air terjun ini.


Versi lain, Banyulangsih berasal dari Bahasa Kawi Banyu dan Langse, yang artinya air naga. Ini disebabkan karena bentuk air terjun yang menyerupai naga.


Kendati begitu, Sunaryo mengungkapkan kalau pesona Air Terjun Banyulangsih sangatlah menarik disambangi.


Ini karena bentuk air terjunnya yang pendek, serta bercampur bebatuan besar. Tak heran kalau Pemkab Tuban menjadikannya salah satu salah satu tujuan pariwisata hingga kini.


'Selain itu, saya belum bisa cerita lebih jauh lagi soal Banyulangsih,' katanya.


No comments:

Post a Comment