Sunday, November 17, 2013

Wartawan JTV Tuban, Jadi Korban Kekerasan Polisi


TRIBUNNEWS.COM,TUBAN - Kamera wartawan JTV, Mubarok (24) dirampas polisi usai dirinya mengambil gambar proses pengamanan konser D'Masiv di alun-alun Kota Tuban, Minggu (17/11/2013) malam.


Mubarok bercerita perampasan ini berawal saat dirinya mengambil suasana penonton ketika band tersebut pentas.


Saat itu polisi terlihat beberapa kali menenangkan penonton dengan mengamankan beberapa orang yang membuat ricuh.


'Saat polisi mengamanakan orang yang keempat saya juga mengambil gambarnya. Tapi, setelah itu saya dipiting dan kaset kamera saya dirampas,' ungkap Mubarok pada Surya(Tribunnews.com Network), Minggu malam.


Tak hanya itu saja, Muthohar, wartawan Berita Jatim yang berada disamping Mubarok, yang berusaha menjelaskan status wartawan Mubarok juga menjadi korban.


Pria berusia 25 tahun ini kena pukul kepalanya dengan tongkat polisi.


Bahkan beberapa saksi mata lain mengatakan ada anggota Polres Tuban yang sempat menengahi tapi tetap diacuhkan. Perampasan itupun tetap terjadi.


Mubarok menduga penyebab perampasan ini karena saat itu polisi bertindak diluar kewajaran ketika mengamankan si pemicu tawuran. Ia melihat polisi tadi memukuli si pemicu rusuh.


Setelah kejadian ini, Mubarok protes dengan tindakan polisi yang ia nilai berlebihan.


Apalagi acara di alun-alun tersebut juga disiarkan langsung oleh stasiun perusahaannya.


Kapolres Tuban AKBP Ucu Kuspriyadi yang mendengar kejadian ini segera mendatangi korban kekerasan tersebut, lalu meminta maaf atas kejadian ini.


Dia menjelaskan kekerasan itu karena ada kesalahpahaman di lapangan, apalagi pengamanan konser di alun-alun Kota Tuban melibatkan 600 personel.


Mereka terdiri dari anggota Polres Tuban dan Brimob Polda Jatim.


'Tapi, siapapun itu pelakunya pasti kami tindak sesuai prosedur berlaku. Dan saya janji mencari pelakunya,' jelas Ucu pada wartawan.


No comments:

Post a Comment