Tuesday, November 12, 2013

Napak Tilas Perpindahan Ibukota Tuban Meriah


TRIBUNNEWS.COM,TUBAN - Selasa (12/11/2013) pagi, suasana Kota Tuban ramai. Banyak orang yang berdiri dipinggir jalan guna melihat prosesi napak tilas perpindahan Ibukota Kabupaten Tuban dari Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding ke Kota Tuban.


Prosesi lima tahunan sekali ini memang menarik mata. Salah satunya Ika Putri (7), siswi sekolah dasar di Prunggahan yang mengaku tertarik melihat 64 kereta kencana yang mengangkut puluhan pejabat di Kabupaten Tuban.


'Kudanya lucu-lucu, dihias,' aku Ika pagi tadi.


Selain Ika beberapa pelajar lain yang melihat prosesi ini juga senang, terlebih lagi hiburan di Kota ini sangat minim.


Alasan lain yang membuat warga senang karena prosesi ini sempat vakum pada 2008.


Penyebabnya ada hara huru di tengah masyarakat, serta kondisi pendopo agung masih porak poranda dan tak memungkinkan jika acara ini dilaksanakan.


Menurut kepercayaan masyarakat, ibukota Kabupaten Tuban ketika dibentuk pertama kali berada di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding. Ketika itu pemimpin kabupaten ini adalah Raden Arya Dandang Wacana, atau dikenal Kyai Ageng Papringan.


Setelah itu para pemimpin di Kabupaten sempat memindah-mindah beberapa kali hingga akhirnya berada di pendopo Kabupaten Tuban.


Wilayah yang pernah menjadi bekas ibukota Tuban selain Prunggahan Kulon adalah sebelah barat goa akbar yang kini menjadi makam Bakung, Desa Doromukti Kota Tuban, di selatan Watu Tiban dan lainnya.


Kemudian, sekitar tahun 1821, Bupati Tuban ketika itu, Pangeran Citrasoma ke VI memerintahkan untuk memindah lagi rumah Kabupaten ke lokasi baru.


Lokasi baru ini adalah pendopo Kridomanunggal yang sampai saat ini masih ditempati oleh para Bupati selanjutnya.


Pembangunan pusat pemerintahan ini memakan waktu tiga tahun lamanya, dan bangunan ini selesai dibangun tahun 1821.


'Perpindahan pusat pemerintahan ini berlangsung terus menerus karena pemerintah saat itu mencari lokasi yang strategis,' kata Kabid Kebudayaan Dinas Perekonomian dan Pariwisata, Kabupaten Tuban, Sunaryo pada SURYA (Tribunnews.com Network), Selasa (12/11/2013) siang.


Kendati ibukota Tuban dulunya sangat banyak, namun para sejarawan Indonesia mencatat ada dua ibukota yang sangat dikenal.


Pertama adalah Ibukota Tuban pertama di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding dan di Kota Tuban.


Bekas kota lama Tuban juga masih bisa dilihat, meski tiada bangunan secuilpun yang masih terlihat. Alun-alun itu kini menjadi pelataran di samping Balai Desa Prunggahan Kulon.


Pelataran itu tidak begitu luas, hanya kurang lebih 2000 meter persegi.


Versi lain pemindahan ibukota Tuban ini tercatat dalam buku Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa karangan Graaf. Dalam buku ini, bala tentara Kerajaan Mataram menyerang kembali Kabupaten Tuban karena berusaha melepaskan diri dari Mataram sekitar tahun 1619.


Ketika itu Kabupaten ini dipimpin oleh Pangeran Dalem. Setelah peperangan usai, kondisi ibukota Kabupaten Tuban di Desa Prunggahan Kulon porak poranda.


Sejak dihancurkan itulah, pusat kekuasaan Tuban beralih ke Pendopo Krido Manunggal Kabupaten Tuban hingga sekarang.


Kendati cerita ini masih misterius karena masih disampaikan secara lisan, perayaan pemindahan ibukota Tuban ini selalu meriah dirayakan masyarakat Tuban sejak dulu.


Napak tilas ini dipimpin oleh Bupati Tuban Fathul Huda, dan diikuti oleh seluruh Forum Pimpinan Kepala Daerah, dan seluruh Kepala Dinas di Kabupaten Tuban.


Semula rombongan ini berkumpul di Balai Desa Prunggahan Kulon, lalu berangkat bersama-sama menaiki 64 kereta kencana menuju pendopo Kabupaten Tuban.


'Ini merupakan napak tilas perpindahan ibukota Kabupaten Tuban dari Kota Lama menuju Kota Baru di pinggir laut Jawa,' tutur Sunaryo pada SURYA(Tribunnews.com Network), Selasa (12/11/2013) siang.


Setelah tiba di Pendopo Tuban yang kondisinya saat ini telah selesai direnovasi, rombongan ini lalu disambut tumpeng setinggi tiga meter, serta iringan para penari yang menarikan tari jenis bedoyo. Tari ini merupakan tari yang berkembang di kerajaan.


Sunaryo menambahkan hari jadi Kota Tuban ini dilangsungkan bertepatan dengan pengangkatan Raden Harjo Ronggolawe menjadi Adipati Tuban, yakni 12 November 1293 oleh Kerajaan Majapahit.


No comments:

Post a Comment