
Wakil Presiden RI ke 10 Jusuf Kalla (kiri) menerima kunjungan musisi dangdut yang juga calon presiden Rhoma Irama (kanan) di Kantor Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, Jumat (1/11/2013). Rhoma bersilaturahmi kepada JK terkait pengangkatan JK sebagai anggota Dewan Penasehat Forum Silaturahmi Tahmir Masjid dan Mushola Indonesia yang dipimpin Rhoma. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla melakukan kunjungan ke Jawa Timur Minggu (3/11/2013). Kali ini ketua DMI dan PMI tersebut menghadiri pernikahan putra dari Almarhum Kyai Ubaidillah Faqih Langitan dan putri Kyai Harir Muhammas dari Demak.
Kehadiran JK di Pesantren Langitan Tuban Jawa Timur sangat dielu-elukan oleh ribuan hadirin. Sebagai tamu sekaligus saudara umat muslim JK menyempatkan ziarah di makam para pendiri pesantren Langitan yang sudah berusia hampir 2 abad lamanya.
Kunjungan ini bukan safari politik namun merupakan murni persahabatan karena JK telah bersahabat dengan para kiai sejak lama. Tapi beberapa kiai memberikan dorongan agar JK kembali tampil di 2014, untuk memperbaiki negeri ini. Dukungan ini seperti dukungan dari banyak pihak lainnya juga diapresiasi oleh JK.
'Terimakasih,' ucap JK sambil tersenyum.
Pada kunjungannya ini, JK diminta memberikan sambutan di hadapan sekitar 6000 hadirin, yang mayoritas adalah para santri Langitan. Antusiasme santri pun terlihat membuncah.
Dalam sambutannya, JK menyampaikan pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua manusia, tetapi juga dua pesantren besar Langitan di Tuban Jawa Timur , dan Betengan di Demak Jawa Tengah.
'Ini bukan hanya menyatukan dua manusia, tetapi juga dua pesantren besar Langitan di Tuban dan Betengan di Demak,' ucap JK yang terdengar damai.
'Pasangan sekarang beda dengan pasangan dulu. Sekarang istri juga harus berperan diluar rumah. Wanita harus ikut aktif berdakwah,' ujarnya menambahkan.
JK juga memberi pesan bahwa pada zaman sekarang sudah berbeda. Jika dahulu istri cukup melayani suami di rumah kini peran istri juga ikut bahu membahu berjuang bersama suami.
'Bahagia, dulu karena istri selalu melayani di rumah, sekarang bahagia adalah jika suami dan istri bahu membahu berkarya, berdakwah,' katanya lagi.
Acara pernikahan ini juga dihadiri para pengurus PBNU. Tak lupa kiai Langitan mengapresiasi peran JK mendamaikan konflik yang melibatkan saudara-saudara muslim dan umat agama lainnya di Aceh, Poso, Ambon, dan Rohingya.
Peran JK dalam menyelesaikan berbagai konflik besar di Indonesia memang mendapat apresiasi dari semua kalangan termasuk para kiai dan pesantren.
Pada akhir sambutannya JK berpesan agar para santri menjadikan Indonesia sebagai ajang berkarya, bukan hanya berkiprah di daerah Jawa saja.
'Saudara-saudara kita di luar Jawa memerlukan karya para santri,' tutup JK.
No comments:
Post a Comment