
Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono datangi Polsek/Ainur Rofiq
Tuban - Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono mengaku penembakan yang terjadi di hutan produksi Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Parengan Tuban, sudah sesuai prosedur dan tahapan.
Saat kejadian polisi hanya berjumlah 13 orang dan harus berhadapan dengan 300 lebih penjarah kayu jati. Petugas berusah membubarkan para penjarah namun justru mendekat ke barisan polisi dan polisi hutan (Polhut) dengan mebawa senjata tajam.
Karena mengancam keselamatan polisi, maka tembakan peringatan dilakukan dan akhirnya beberapa penjarahan dilumpuhkan dengan tembakan.
'Negara tidak boleh kalah dengan premanisme, harus kita tindak tegas. Untuk antisipasi dan agar bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, kekuatan pasukan kita tambah saat ini 1 kompi lagi dari Brimob,' jelas Unggung Cahyono kepada wartawan di Mapolsek Montong, Senin (7/10/2013) dini hari.
Dia mengimbau kepada penjarah lainnya yang mengalami luka tembak dan kabur segera menyerahkan diri untuk diberi perawatan. 'Kabarnya ada 4 orang lagi yang tertembak dan kabur. Kami mengharapkan segera menyerahkan diri dan akan diberikan perawatan,' tegasnya.
Sebelumnya, polisi dan perhutani berjaga di kawasan hutan produksi Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Parengan, Minggu (6/10/2013). Rupanya penjagaan ini tidak membuat surut nyali para pelaku yang berjumlah ratusan orang. Petugas berusaha memperingatkan para pelaku dengan memberi tembakan peringatan. Tapi upaya petugas ternyata malah membuat pelaku marah. Mereka berusaha menyerang petugas yang melarangnya.
Akibatnya 3 orang dibawa ke rumah sakit karena luka tembak. Mereka yakni Parto Sukiran (45), Darkum (23) dan Tono (30), warga Desa Sido Nganti Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
(fat/fat)
No comments:
Post a Comment